Islam Mengangkat Harkat dan Martabat Umat

Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah Pencipta kita dan Yang Maha Mengetahui hakikat diri kita

"... Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan tidak mengetahui sesuatu apapun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia dikehendaki ...." (Al-Baqarah: 255).

Dengan demikian, Allah sebagai Pencipta pasti lebih mengetahui apa yang dapat memperbaiki kita serta apa yang baik bagi kita, juga lebih mengetahui apa yang berbahaya bagi kita dan yang membuat kita sengsara.

Islam adalah suatu agama yang mencakup tujuan umum kehidupan ini. Ia merupakan agama yang amat memuliakan manusia dan menempatkannya pada kedudukan yang tinggi dan mulia.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

"Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adama." (Al-Isra': 70)

"Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." (At-Tin: 4)

Dalam kehidupan dunia ini, manusia bertugas mengelola dan memakmurkan bumi dengan mendayagunakan segala yang diciptakan Allah di dalamnya. Semasa hidupnya ini, manusia akan melewati berbagai ujian dan cobaan, supaya diketahui sejauh mana komitmennya dalam melaksanakan perintah dan menjalankan ketaatan kepada Rabbnya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

"Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya." (Al-Kahfi: 7).

Kehidupan dunia yang dijalani di muka bumi ini ialah tempat bagi kita untuk mengerjakan amal kebaikan yang diwajibkan Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya. Setelah kehidupan dunia berakhir, sebenarnya masih ada kehidupan lagi, yaitu kehidupan akhirat. Kemudian dalam kehidupan akhirat itu, akan ada orang-orang yang masuk Surga dan ada pula yang masuk Neraka.

Siapa yang menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya akan menjadi penghuni Surga. Sebaliknya, siapa yang menentang perintah dan tidak mentaati hukum Allah akan menjadi penghuni Neraka.


Sumber: Al-Islam Muyyassar ilaa Fityaanil Islam, Syaikh Ali Hasan al-Halabi

Komentar