Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2021

Kewajiban Beribadah

Sesudah mengetahui bahwa kita tidak diciptakan di dunia dengan sia-sia; juga bahwa Allah adalah Pencipta kita, Rabb Yang Mahaagung, Dia telah mengutus Nabi Muhammad untuk menyeruh seluruh makhluk agar memeluk agama Islam; maka niscaya kita menyadari akan kewajiban setiap makhluk untuk beribadah kepada Allah sesuai dengan apa-apa yang diinginkan atau dikehendaki-Nya. Pelaksanaan ibadah yang memang diperintahkan tersebut tidak lain supaya kita memperoleh Surga Allah, juga supaya kita dijauhkan dari Neraka-Nya. Sumber: Al-Islam Muyyassar ilaa Fityaanil Islam, Syaikh Ali Hasan al-Halabi

Islam dan Kesempurnaannya

Islam bermakna asal memasrahkan diri. Maka, seorang muslim adalah orang yang memasrahkan diri kepada seluruh perintah Allah dengan menjalankan segala ketetapan-Nya. Allah telah memuliakan seluruh makhluk-Nya dengan agama ini. Karena, Islam merupakan agama yang sempurna dan pedoman hidup yang komprehensif. Tidak seorang pun dapat menemukan kekurangan dalam agama ini, setinggi apapun tingkat keilmuannya. Karena, Allah telah menyempurnakan Islam, sebagaimana dinyatakan dalam al-Quran,  " .... Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu ...." (Al-Maidah: 3) Sumber: Al-Islam Muyyassar ilaa Fityaanil Islam, Syaikh Ali Hasan al-Halabi

Keseimbangan dan Keistimewaan Islam

Islam itu agama yang mencakup segala aspek kehidupan. Islam tidak mengabaikan kehidupan duniawi, tetapi justru memberikan porsi yang sesuai. Agama ini menetapkan berbagai ketentuan yang mengandung kebaikan dunia dan kemaslahatan dunia bagi penduduknya. "Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan." (Al-Qashash: 77) Islam mempunyai karakteristik dan keistimewaan yang membuat banyak orang kafir dan musyrik mau memeluknya, serta berkomitmen untuk melaksanakan hukum-hukumnya. Karena, ia merupakan agama yang lurus. "... Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus ..." (Yusuf: 40) Islam merupakan agama peradaban manusia yang luhur. Betapa banyak manusi...

Islam Mengangkat Harkat dan Martabat Umat

Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah Pencipta kita dan Yang Maha Mengetahui hakikat diri kita "... Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan tidak mengetahui sesuatu apapun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia dikehendaki ...." (Al-Baqarah: 255). Dengan demikian, Allah sebagai Pencipta pasti lebih mengetahui apa yang dapat memperbaiki kita serta apa yang baik bagi kita, juga lebih mengetahui apa yang berbahaya bagi kita dan yang membuat kita sengsara. Islam adalah suatu agama yang mencakup tujuan umum kehidupan ini. Ia merupakan agama yang amat memuliakan manusia dan menempatkannya pada kedudukan yang tinggi dan mulia. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adama." (Al-Isra': 70) "Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." (At-Tin: 4) Dalam kehidupan dunia ini, manusia bertugas mengelola dan memakmurkan bumi dengan mendayagunakan sega...

Makna Agama

Kata ad-din, yang secara harfiah bermakna agama, berarti cara atau jalan dan pedoman hidup. Allah berfirman,  "Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk (al-Quran) dan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama, walau orang-orang musyrik tidak menyukai." (At-Taubah: 33) Dengan demikian, agama adalah jalan hidup manusia yang bersifat praktis dan menjadi pola pikir mereka. Sumber: Al-Islam Muyyassar ilaa Fityaanil Islam, Syaikh Ali Hasan al-Halabi

Islam, Agama yang Diridhai Allah

Manakala Allah memilih Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam sebagai penutup para nabi, maka Islam yang dibawanya pun menjadi agama yang Diridhai oleh-Nya, hingga ia dijadikan penutup agama-agam terdahulu. Agama Islam tersebut mengandung hidayah, kemurnian, kebaikan, dan keselamatan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,  "Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam ...." (Ali 'Imran: 19) Dalam ayat lain, Dia berfirman, "Dan barangsiapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi." )Ali 'Imran: 85) Sumber: Al-Islam Muyyassar ilaa Fityaanil Islam, Syaikh Ali Hasan al-Halabi

Kewajiban Mentaati Rasul

Agama Islam bisa sampai kepada kita melalui ucapan dan perbuatan Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam, ilmu maupun pengamalan beliau semasa hidup di dunia. Serta dengan mentaati beliau, hidayah dan kemenangan akan diperoleh kaum muslimin. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk ...." (An-Nur: 54) Sumber: Al-Islam Muyyassar ilaa Fityaanil Islam, Syaikh Ali Hasan al-Halabi

Wafatnya Sang Nabi

Rabi'ul Awwal tahun 11 Hijriyah, saat inilah Rasulullah menghembuskan napas terakhir, setelah menderita demam. Beliau di makamkan dalam rumah sendiri, kamar Aisyah. Tempat itu, sekarang termasuk ke dalam wilayah perluasan Masjid an-Nabawi asy-Syarif. Sumber: Al-Islam Muyyassar ilaa Fityaanil Islam, Syaikh Ali Hasan al-Halabi

Haji Wada

Pada tahun 10 Hijriyah, Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam menunaikan haji Wada. Pada kesempatan itu, beliau menyampaikan khutbah yang panjang yang isinya mencakup berbagai ketentuan, hukum, dan syariat Islam. Sumber: Al-Islam Muyyassar ilaa Fityaanil Islam, Syaikh Ali Hasan al-Halabi

Penaklukan Makkah

Pada tahun 8 Hijriyah, orang-orang Islam menaklukkan Makkah. Inilah kota pertama yang menyaksikan munculnya dakwah Islam, namun penduduknya justru memerangi serta begitu menyusahkan beliau. Itu karena sewaktu Islam pertama kali muncul. Makkah adalah wilayah yang paling banyak menampung musyrikin atau orang-orang kafir, baik yang berasal dari kaum Quraisy maupun kalangan lainnya. Seiring dengan ditaklukkannya Makkah, banyak delegasi kabilah Arab yang mendatangi Rasulullah di Madinah, dan orang-orang pun berbondong-bondong masuk Islam. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima taubat." (An-Nashr: 1-3) Sumber: Al-Islam Muyyassar ilaa Fityaanil Islam, Syaikh Ali Hasan al-Halabi

Pendelegasian Sejumlah Sahabat

Dalam upaya menyebarkan Islam, Rasulullah mengutus beberapa Sahabat kepada para pembesar kerajaan yang ada pada masa itu. Mereka pun diutus kepada Kisra Persia, Kaisar Romawi, Raja an-Najasyi, dan penguasa lainnya. Beliau menyeru pembesar-pembesar itu agar memeluk Islam Sumber: Al-Islam Muyyassar ilaa Fityaanil Islam, Syaikh Ali Hasan al-Halabi

Berhijrah ke Yatsrib

Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam mengabulkan permohonan penduduk Yatsrib. Beliau memerintahkan para Sahabat meninggalkan Makkah lebih dahulu, adapun beliau akan segera menyusul mereka, pergi belakangan. Ketika orang-orang Quraisy mengentahui berita hijrahnya Rasulullah ke Yatsrib, mereka pun mengutus sejumlah orang untuk membunuh beliau. Akan tetapi, Allah menyelamatkan beliau dari upaya jahat mereka. Tatkala memasuki kota Yatsrib, yang kemudian diubah namanya menjadi Madinah al-Munawarah, beliau disebut penduduk kota ini. Di sana beliau membangun sebuah masjid yang saat ini populer dengan sebutan Masjid Nabawi. Beliau pun leluasa menyebarkan agama Islam secara terang-terangan. Kaum kafir Quraisy berupaya keras menghalangi-halangi dakwah Islam agar tidak berkembang pesat di tanah Arab. Mereka mengerahkan segala kekuatan untuk merealisasikan tujuan tersebut. Namun, Allah memberi pertolongan kepada beliau dari segala sepak-terjang mereka yang keji. Sumber: Al-Islam Muyyassar ilaa Fi...

Perang Badar

Peperangan pertama yang terjadi antara beliau dengan orang-orang musyrik Quraisy terjadi di Badar, sebuah tempat yang terletak di dekat kota Madinah. Dalam peperangan ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan kemenangan besar kepala beliau. Peperangan demi peperangan terjadi di antara Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam dengan kaum Quraisy seiring bertambahnya kekuatan Islam. Maka berkecamuklah Perang Uhud, Perang Khandak, Perang Hunain, dan perang lainnya setelah Perang Badar ini. Sumber: Al-Islam Muyyassar ilaa Fityaanil Islam, Syaikh Ali Hasan al-Halabi

Perkembangan Dakwah Islam

Dalam waktu singkat, Islam berkembang dengan pesat. Bahkan beberapa dari penduduk Yatsrib (Madinah) mendengar dakwah ini lalu beriman kepada beliau di Makkah, sebelum mereka kembali ke kampung halaman. Ya, dua belas laki-laki asal Yatsrib mendatangi Rasul shalallahu 'alaihi wa sallam untuk menyatakan keimanan, seraya mengikrarkan janji setia mereka kepada beliau. Saat mereka hendak pulang ke Yatsrib, beliau menyuruh Sahabat untuk ikut serta. Tujuannya, mengajarkan hukum-hukum Islam serta syarat-syarat yang terkandung dalam al-Quran kepada mereka, para mualaf.  Lantas tidak lama berselang, Islam sudah menyebar luas di Yatsrib. Hingga sejumlah penduduk kota ini mengundang beliau serta para Sahabat untuk hijrah ke negeri mereka ini. Mereka juga berjanji akan selalu melindungi dan membela dakwah beliau. Sumber: Al-Islam Muyyassar ilaa Fityaanil Islam, Syaikh Ali Hasan al-Halabi

Berdakwa Terang-terangan

Selang beberapa waktu, Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan beliau untuk terang-terangan mendakwahkan Islam, satu-satunya agama yang diridhai-Nya, sebagai agama terakhir manusia. Allah berfirman, "Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam ...." (Ali 'Imran: 85) "Dan, barangsiapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi." (Ali 'Imran: 85) Agama Islam ini bertentangan dengan keyakinan para leluhur Rasulullah, karena beliau menyeruhkan penganutnya untuk beribadah kepada Allah semata, serta supaya merusak dan menghancurkan berhala. Tidak ayal lagi, kaum Quraisy pun mengolok-olok dan menyakiti beliau, namun beliau tetap menghadapi semua itu dengan penuh kesabaran. Pamannya, Abu Thalib, menjadi pembela dan pelindung beliau dari gangguan dan kejahatan kaum kafir Quraisy. Kendati demikian, sangat disayangkan Abu Thalib sendiri tidak bersedia memeluk Islam, hingga akhirnya ia meninggal dalam keadaan ka...

Berdakwah Sembunyi-Sembunyi

Sesudah diangkat menjadi nabi dan rasul, Rasulullah pun mulai mengajak orang-orang yang terdekat untuk agama baru ini. Beliau berdakwah secara sembunyi-sembunyi, karena takut terhadap orang-orang kafir penyembah patung dan batu. Orang yang pertama kali mengikuti dakwah Islam adalah istri beliau, Khadijah binti Khuwailid, anak paman beliau: Ali bin Abu Thalib, sahabat beliau: Abu Bakar, dan beberapa orang lainnya yang berasal dari kaum Quraisy. Sumber: Al-Islam Muyyassar ilaa Fityaanil Islam, Syaikh Ali Hasan al-Halabi

Pengangkatan Sebagai Nabi

Tidak lama kemudian, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengutus malaikat-Nya yang agung,  Jibril 'alaihis sallam, untuk menyampaikan ayat pertama dari al-Quran kepada Rasulullah, yakni, "Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang menciptakan." (Al-'Alaq: 1) Dengan kejadian itu, beliau pun mengetahui bahwa Allah telah memilihnya menjadi nabi dan rasul yang diutus kepada umat manusia. Sumber: Al-Islam Muyyassar ilaa Fityaanil Islam, Syaikh Ali Hasan al-Halabi

Menikah dan Fokus Beribadah

Setelah menginjak usia 25 tahun, pamannya menikahkan beliau dengan Khadijah yang ketika itu berumur 40 tahun atau 15 tahun lebih tua dari beliau. Menginjak usia 40 tahun, Allah menyiapkan diri beliau untuk diangkat menjadi nabi. Tidaklah beliau bermimpi pada malam hari, melainkan keesokan paginya mimpi itu menjadi kenyataan. Kemudian, Allah memberi karunia kepada beliau berupa kesenangan menyendiri untuk berpikir dan merenung. Setiap tahun beliau menghabiskan sebulan penuh untuk menyendiri di gua yang letaknya tidak jauh dari Makkah, Gua Hira. Sumber: Al-Islam Muyyassar ilaa Fityaanil Islam, Syaikh Ali Hasan al-Halabi

Aktivitas Semasa Kecil dan Saat Remaja Rasulullah Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam

Pada masa kecil, Rasulullah menggembalakan kambing. Aktivitas ini menambah kejernihan hati serta fokus beliau dalam menebar kebaikan dan mencegah keburukan. Pada masa remaja, beliau bekerja kepada Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu 'anha, salah seorang wanita Quraisy yang kaya raya. Beliau pernah diutus Khadijah untuk berdagang ke Syam, lalu pulang dengan membawa keuntungan berlimpah. Sumber: Al-Islam Muyyassar ilaa Fityaanil Islam, Syaikh Ali Hasan al-Halabi

Sifat Pribadi Rasulullah Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam

Sejak masa kanak-kanak sudah tampak dalam diri beliau sifat-sifat terpuji. Beliau dikenal sebagai sosok yang pemberani, jujur, dan berakhlak mulia. Karena, sifat-sifat tersebut, kaum Quraisy memberi beliau julukan ash-Shadiq al-Amin (orang jujur dan dipercaya).  Sumber: Al-Islam Muyyassar ilaa Fityaanil Islam, Syaikh Ali Hasan al-Halabi

Nasab dan Tempat Lahir Rasulullah Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam

Agar kita benar-benar mendapatkan kejelasan perihal sosok beliau, maka kita harus mengetahui sisi kehidupan nabi yang mulia. Nama beliau adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim; berasal dari satu kabilah Arab Besar, yaitu Quraisy. Beliau dilahirkan di Makkah, salah satu kota yang terletak di Jazirah Arab. Saat ini, Makkah termasuk kota yang utama di negara Arab Saudi. Beliau tumbuh besar sebagai anak yatim, karena ayahnya wafat ketika beliau masih dalam kandungan ibu tercinta. Ibunda mendidik beliau dengan baik sesuai adat asli bangsa Arab yang belum tercemarkan. Banyak dari tradisi itu yang merupakan warisan dari agama yang dibawa oleh bapak para Nabi, Ibrahim 'alaihis sallam. Ibu beliau wafat ketika Muhammad berusia enam tahun, lalu beliau diasuh kakeknya, Abdul Muthalib. Sang kakek adalah seorang pembesar Quraisy pada masa sebelum Islam. Dua tahun kemudian, sang kakek pun wafat, sehingga beliau diasuh pamannya, Abu Thalib. Sumber: Al-Islam Muyyassar ilaa Fitya...

Tugas Seorang Rasul

Agar mengetahui apa saja yang Allah inginkan dari kita, dan agar kita mendapatkan kejelasan tentang apa saja yang bermanfaat bagi kita dalam kehidupan dunia ini, maka Allah mengutus sejumlah manusia yang memiliki sifat mulia dan akhlak terpuji. Mereka diutus untuk menyampaikan perintah-perintah dan hukum-hukum-Nya kepada kerabat, teman, tetangga, dan orang-orang yang berada di sekitar mereka. Manusia-manusia pilihan Allah ini dikenal dengan sebutan nabi dan rasul. Rasul dan nabi terakhir yang diutus adalah Rasulullah Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam. Beliau diutus oleh Allah sebagai Rahmat bagi semesta, termasuk manusia dan jin. Risalah Nabi Muhammad tidak terbatas untuk umat manusia. Beliau bertugas memberikan kabar gembira dan peringatan kepada mereka. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Dan, Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam." (Al-Anbiya: 107) Sumber: Al-Islam Muyyassar ilaa Fityaanil Islam, Syaikh Ali H...

Ibadah, Tugas Utama Manusia Kepada Allah

Allah telah menjelaskan kepada kita tujuan penciptaan semua makhluk. Dia juga telah menerangkan tentang sebab Dia menciptakan kehidupan dunia serta segala apa yang ada di dalamnya. Allah berfirman, "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (Adz-Dzariyat: 56) Berdasarkan ayat tersebut, ibadah ialah tugas utama yang wajib kita laksanakan dengan sebaik-baiknya, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan rasa syukur kita terhadap-Nya, atas berbagai nikmat dan manfaat yang berlimpah. Allah berfirman, "Dan, jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya .... " (An-Nahl: 18) Setelah mengetahui semua yang dijelaskan di atas, maka kita wajib beribadah kepada Allah secara benar dan ikhlas, hanya untuk-Nya semata, yang tiada sekutu bagi-Nya. Jadi, doa hanya dipanjatkan kepada-Nya. Perasaan takut ditunjukkan terhadap-Nya semata. Memohon pertolongan hanya dipanjatkan kepada-Nya. Ya, demikian seterusnya. Semua...

Mengenal Sifat Allah Ta'ala

Di antara sifat-sifat Allah itu adalah Maha Pengasih dan Penyayang, Mahamulia, Maha Pengampun, Mahaperkasa, dan masih banyak sifat lainnya yang disebutkan dalam al-Quran atau sunnah Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam.  Tujuan utama mengenal sifat-sifat Allah ini adalah agar kita mengetahui kebesaran Allah dan kekuasaan-Nya, juga supaya mengetahui kelemahan dan kebutuhan kita kepada Allah Yang Mahaagung. Sumber: Al-Islam Muyyassar ilaa Fityaanil Islam, Syaikh Ali Hasan al-Halabi

Merenungi Makhluk, Kunci Mengenal Khalik

Manusia selaku makhluk yang memiliki anggota tubuh berupa tangan, kaki, kepala, anggota tubuh lainnya berkewajiban untuk mengetahui tugas yang harus dijalankan setiap anggota tubuh. Namun ia tidak bisa terwujud kecuali dengan terlebih dahulu mengetahui tugas utama manusia itu sendiri, serta mengetahui perintah dan kewajiban yang Allah bebankan kepadanya. Setiap orang dianugerahi akal, sedang tugas utama akal adalah berpikir. Maka apabila tugas tersebut tidak berjalan semestinya, niscaya rusaklah fungsi serta tugas utama akal. Akibatnya, akal akan jauh dari hal-hal yang mengandung kebaikan dan sebaliknya, akan rentan dengan hal-hal yang mengandung keburukan. Allah selaku Pencipta kita telah menyerukan di dalam al-Qur'an agar kita memikirkan apa yang ada di sekitar kita. Allah berfirman, "Mereka berkata, "Tidak ada yang kami takutkan, karena kami akan kembali ke Rabb kami." (Asy-Syu'ara: 50) Allah juga berfirman, "Dan, mengapa mereka tidak memikirkan tentang (...

Akibat Tidak Mengenal Allah Ta'ala

Seseorang yang tidak mengenal Allah, Pencipta-Nya, akan melakukan perusakan dan kejahatan dengan perbuatannya. Ini karena, ia tidak mengetahui keagungan Dzat Yang Maha memberi petunjuk menuju jalan yang benar, keberuntungan, dan keselamatan, yaitu Allah Subhanahu wa Ta'ala. Bukankah penyakit yang mewabah di muka bumi ini, serta kerusakan besar yang terjadi di tengah masyarakat disebabkan jauh dari petunjuk Allah, di samping karena tidak melaksanakan segala perintah-Nya? Saat kehidupan orang-orang yang tidak mengenal Allah berakhir, mereka masih tidak tahu untuk apa kehidupan itu dimulai. Bahkan saat mereka keluar dari kehidupan dunia ini, mereka pun masih tetap belum mengerti mengapa mereka memasukinya? Adapun bagi yang mengenal Allah, beriman kepada-Nya, dan percaya dengan apa yang ada di sisi-Nya, mereka itulah orang-orang yang akan mendapatkan pertolongan dari-Nya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, ".... Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya .... ...

Manusia Butuh Bimbingan Allah Subhanahu wa Ta'ala

Manusia tidak akan mengetahui tata cara yang benar untuk menggunakan sesuatu melainkan dengan petunjuk dan bimbingan dari Yang lebih tahu daripada diri sendiri. Jika demikian keadaannya, bagaimana mungkin manusia bisa melakukan peran yang dituntut darinya dalam kehidupan dunia ini, apabila ia tidak mendapat bimbingan  dari Allah. Dan, bagaimana mungkin dia mendapat bimbingan Allah jika tidak melaksanakan segala perintah dan kewajiban dari-Nya, padahal Dialah yang menciptakan manusia dan dunia ini? Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Apakah (pantas) Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui? Dan, Dialah Mahahalus, Maha Mengetahui." (Al-Mulk: 14) Sumber: Al-Islam Muyyassar ilaa Fityaanil Islam, Syaikh Ali Hasan al-Halabi

Kewajiban Utama Manusia Kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala

Ketahuilah bahwa mengenal, beriman, dan beribadah kepada Allah, serta percaya pada semua yang bersumber dari-Nya merupakan hal terpenting yang wajib dipelajari, diketahui, dan dipahami oleh setiap muslim. Karena, seseorang yang tidak mengenal Allah, Dzat yang telah menciptakan, memiliki, dan mengarahkannya, akan hidup di dunia ini seperti binatang. Ia hanya makan dan minum, tidur dan bangun, dan demikian seterusnya, hingga usianya dihabiskan hanya untuk urusan itu. Dia tidak mengetahui untuk apa dirinya diciptakan dan bagaimana harus menjalani kehidupannya. Allah berfirman dalam al-Qur'an: "...Dan, orang-orang yang kafir menikmati kesenangan (dunia) dan mereka seperti hewan makan; dan (kelak) nerakalah tempat tinggal bagi mereka." (Muhammad: 12) Bahkan bagi mereka hanya membuat kerusakan dan melakukan kejahatan di muka bumi, karena mereka tidak kenal mana yang baik dan mana yang buruk. Mereka tidak tahu apa-apa yang bisa membuat Allah murka, dan tidak pula memikirkan apa-...